Pernah menemukan bercak kebiruan atau keunguan di kulit, padahal merasa tidak terbentur apa pun? Jika kulit sering memar tanpa sebab, kondisi ini tentu bisa membuat khawatir. Meski sering kali tidak berbahaya, memar yang muncul berulang perlu diperhatikan.

Memar terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah kulit mengalami kerusakan sehingga darah keluar ke jaringan di sekitarnya. Kondisi ini menyebabkan perubahan warna kulit yang biasanya dapat terlihat merah, ungu, biru, hingga kekuningan selama proses penyembuhan.

Apa Penyebab Kulit Sering Memar?

Memar memang paling sering disebabkan oleh benturan. Namun, terkadang benturan yang terjadi sangat ringan sehingga tidak kita sadari. Selain itu, beberapa faktor lain juga dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami memar.

1. Bertambahnya Usia

Seiring bertambahnya usia, kulit dapat menjadi lebih tipis dan jaringan lemak di bawah kulit berkurang. Kondisi ini membuat pembuluh darah lebih rentan terhadap benturan atau tekanan ringan.

2. Aktivitas Fisik

Olahraga atau aktivitas fisik tertentu dapat menyebabkan tekanan dan benturan kecil pada tubuh. Memar biasanya muncul pada area yang banyak mengalami gesekan atau benturan selama beraktivitas.

3. Penggunaan Obat Tertentu

Beberapa obat, seperti obat pengencer darah atau obat yang memengaruhi fungsi trombosit, dapat meningkatkan kecenderungan munculnya memar. Jika memar semakin sering setelah mengonsumsi obat tertentu, jangan menghentikan obat sendiri. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

4. Kekurangan Nutrisi

Pola makan yang kurang seimbang dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi tertentu yang berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dan proses pembekuan darah. Karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi melalui makanan yang beragam dan bergizi.

5. Gangguan Pembekuan Darah

Jika kulit sering memar tanpa sebab yang jelas, terutama jika disertai perdarahan yang tidak biasa, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan pada trombosit atau faktor pembekuan darah.

Namun, memar saja tidak dapat digunakan untuk menentukan diagnosis. Pemeriksaan dokter mungkin diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Memar Tanpa Terbentur, Apakah Berbahaya?

Belum tentu. Memar dapat muncul akibat benturan kecil yang terlupakan atau tidak terasa. Akan tetapi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika memar:

  • Muncul berulang kali tanpa penyebab yang jelas.
  • Berukuran besar atau muncul di banyak bagian tubuh.
  • Jumlahnya semakin banyak.
  • Disertai mimisan atau gusi mudah berdarah.
  • Disertai tubuh terasa sangat lemas atau keluhan lain yang tidak biasa.
  • Muncul setelah penggunaan obat atau suplemen tertentu.

Dokter dapat mengevaluasi kondisi Anda berdasarkan riwayat kesehatan, obat yang dikonsumsi, pola makan, dan bila diperlukan melakukan pemeriksaan darah.

Jangan Abaikan Sinyal dari Tubuh

Kulit yang mudah memar tidak selalu berarti adanya penyakit serius. Namun, perubahan yang muncul berulang dan sulit dijelaskan sebaiknya tidak diabaikan. Perhatikan pola kemunculannya dan gejala lain yang menyertai.

Selain menjaga pola makan dan gaya hidup sehat, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter jika memiliki keluhan yang menetap atau semakin sering terjadi.

Doctor Series hadir untuk melengkapi kebutuhan perawatan kulit sehari-hari. Namun, jika muncul keluhan kesehatan seperti sering memar tanpa sebab yang jelas, konsultasi dengan dokter tetap menjadi langkah terbaik untuk mengetahui penyebabnya.

Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan diagnosis atau konsultasi langsung dengan dokter.